Z250SL si jomblo yang gak neko-neko

0
94
views

Sekitar dua tahun yang lalu saya meminang Kawasaki Z250SL lansiran 2014 seharga Rp 30 an Juta rupiah, harga yang cukup menggoda saat itu. Saat menebus saya terkesima saat melihat display speedometer nya, lebih tepatnya bagian odometer. Si Z250SL jomblo ini baru jalan 27 Km saja mas gaan! Lalu lihat buku servisnya, kok ya masih full…belum ada yang di pergunakan satu lembar pun. Lalu saya disodori juga kartu keanggotaan KRS (Kawasaki Road Service) yang masih valid sekitar 6 bulan kedepan! Wah harta karun ini mah

z250sl

Paijo tiba di rumah (+7 Km perjalanan dari rumah penjual ke rumah)

Intermezzo: KRS adalah value program dari Kawasaki yang mengakomodir layanan derek ke bengkel terdekat atau ke rumah saat kita mengalami trouble di jalan. Juga bisa dipanggil untuk menangani perbaikan di tempat untuk permasalahan pada kendaraan yang memang bisa disolusikan di lokasi. Untuk bisa dapat fasilitas ini bayar loh mas gan, polisnya sekitar Rp 1 Juta an kalau tidak salah selama setahun. 

Profil si penjual adalah karyawan salah satu bank nasional yang kinerjanya cukup moncer. Mas nya ini sehari-hari bekerja di Ibukota sedangkan motornya ada di Bandung. Bisa ditebak kalau motor ini motor weekend atau malah motor bulanan 😁 yang hanya dipakai saat doi pulang Bandung.

Kenapa saya hunting Z250SL? alasannya :

  • Dengan modal sekitaran Rp 30 Juta an pengen dapet motor 250 cc (ini alasan utamanya sih)
  • Memiliki performa cukup s.d menengah untuk digunakan di perkotaan. Z250SL menggunakan mesin yang sama dengan KLX 250 yang memiliki karakteristik mesin torsi. RPM bawah s.d menengah nya njambak banget
  • Bobot ringan, perawatan mesinnya simple dan agility dalam manuver (super lincah)
  • Biaya perawatan yang affordable untuk dipergunakan sebagai daily bike
  • Anti mainstream, ga banyak populasinya (karena memang agak ga laku sih..hehe). Tapi poin ini lebih karena posisi pricing dari Kawasaki yang overprice dan serba tanggung untuk sebuah motor satu silinder

Singkat cerita Z250 SL tersebut akhirnya saya tebus dan menjadi motor sport seperempat liter pertama dalam hidup saya . Kenapa tidak pilih yang dua silinder? step by step lah 😁 harganya eeuy..

Paijo..begitu saya memanggilnya, menunaikan masa baktinya selama dua tahun dan tidak pernah rewel atau minta yang aneh-aneh. Namun bukan berarti tidak ada minusnya ya. Minus dari si paijo ini juga sudah banyak dikeluhkan oleh pemilik Z250 SL/RR Mono lainnya. Karena keduanya adalah model yang basisnya sama, maka permasalahannya juga mirip-mirip, yaitu:

  • Kipas radiator sering nyala karena mesinnya mudah panas, apalagi pas macet2an. Akibatnya sebagian pemilik mendapati umur si kipas menjadi lebih singkat (minta diganti). Banyak yang mengklaim hal ini diperparah kualitas dari kipas radiator made in India ini yang kurang baik. Solusinya sedia payung sebelum hujan, siapkan kipas radiator cadangan jauh-jauh hari daripada inden pas butuh. Saya jual juga lho kalau ada yang butuh, cek disini ya. By the way suara kipasnya itu kuenceeng banget mirip hair dryer
  • Mika lampu depan mudah bures, ditenggarai bohlam yang digunakan terlalu panas dan kualitas mika nya yang kurang mumpuni. Mau di klaim ke Kawasaki toh diganti mika nya nanti begitu lagi seiring dengan pemakaian. Solusinya beberapa owner mengganti bohlam nya dengan satu step lebih rendah watt nya
  • Terkadang mesin suka cegukan, biasanya saya alami saat dalam keadaan stop n go macet-macetan tapi gak sering sih. Motor terasa seperti mau mati namun ketika throttle gas di putar lebih dalam seketika langsung ber-akselerasi dan agak menghentak dikit, mirip orang cegukan. Kasus lain yang lebih banyak dikeluhkan adalah mati sendiri saat langsam, nah kalau ini saya malah belum pernah mengalaminya sama sekali
  • Teknologi dan fitur sangat sederhana, standaran aja. Kalau sekarang sih harga 30 juta-an untuk motor naked bisa mempertimbangkan Yamaha MT-25 yang sudah dua silinder.

z250sl

  • Posisi stang standar masih agak terlalu bungkuk untuk sebuah motor naked. Solusinya saya menggantinya dengan stang original Honda CB 150R yang punya sedikit tekukan ke atas. Ubahan ini juga tidak memerlukan pergantian parts tambahan apapun ga perlu beli raiser stang…malah aneh menurut saya secara estetika. Cukup mengatur ulang jalur kabel gas, rem dan kopling mas bro … dan bisa dilakukan di bengkel resmi Kawasaki kok, tinggal bawa saja stang replacement nya. Paling kalau mau aman kabel kopling nya ganti dengan punyanya KLX 150 yang lebih panjang. Jauh lebih nyaman loh

z250sl

Paijo ganti stang ori CB150 R di Kawasaki Fatmawati Jakarta

z250slPenampakan stang CB 150R di Z250 SL

Overall untuk kendaraan sehari-hari motor ini terhitung kompak dan sangat simpel. Motor ini tergolong easy ride, adaptasi nya tidak terlalu sulit karena motor ini basic banget. Cocok untuk yang baru naik kelas dan mau simpel-simpel aja dalam berkendara. Untuk torsi dan akselerasi saya puas, tidak berlebihan untuk dipakai komuter. Justru motor dua silinder menurut saya terkadang agak mubazir power nya untuk digunakan riding harian di ibukota. Tidak lain karena kondisi jalanan yang sering macet 🙁 . Saran saya jika tertarik dengan motor ini hunting unit bekasnya saja, cari yang masih low mileage dan terawat agar tidak dirasa terlalu rugi depresiasi harga ketika akan dijual lagi di kemudian hari

 

Semoga bermanfaat, 

 

ciao!

Related:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here