Impresi Riding CBR 250RR Plus Minus Bag.1

2
216
views

Akhirnya rasa penasaran untuk menjajal Honda CBR 250RR terbayar sudah! Keinginan untuk bisa merasakan sendiri performa, handling dan riding impression yang sudah lama terpendam ini bisa diwujudkan. Mendapatkan kesempatan untuk riding dari Cikokol Tangerang s.d Gatot Subroto Jakarta Selatan dengan durasi total berkendara sekitar satu jam merupakan jarak dan durasi yang cukup lumayan untuk bisa jadi bahan cerita 🙂

CBR 250RR

Bagi saya CBR 250RR adalah motor sport kelas pemula paling eksotis di kelasnya. Motor ini berada di level yang berbeda diantara kompetitornya mulai dari aspek desain, fitur, dan performa mesin benar-benar tidak ada irisan dengan produk sejenis yang sudah lebih dulu ada di pasaran. Namun saya perlu sedikit flashback tentang ketiga aspek tersebut, kalau mau langsung skip ke pengalaman riding saya bersama CBR 250 RR langsung saja ke sini ya

Desain

Mengusung shape paling tajam di kelasnya, serba meruncing dipenuhi dengan garis-garis tegas bersudut. Hampir tidak ada pendekatan desain dengan garis-garis membulat. A very futuristic design, untuk poin ini CBR 250RR jauh melompat jika dibandingkan generasi sebelumnya yang beraliran 'sport elegan'. Jika dibandingkan dengan kompetitornya saat ini, desain CBR 250RR masih yang paling tajam.

CBR 250RR

Fitur

Fitur pembeda pada CBR 250RR lumayan banyak jika harus di list nih sob :

  • Throtle by Wire (TWB) jelas belum ada yang punya ini mah baik di Ninja 250 2018 sekalipun, apalagi di Yamaha eR25.
  • Speedometer MID (Multi Information Display) yang lengkap, termasuk dengan laptime (cuma kepake kalau riding di sirkuit).

CBR 250RR

  • Riding mode! yah ini juga satu-satunya yang ada di unit motor seport 250 cc tanah air saat ini. Sebenarnya ini mapping dari ECU bawaan yang di pre-set menjadi tiga settingan, lalu dijual sebagai gimmick marketing. 
  • Suspensi depan upside down, merupakan yang pertama di kelas 250 cc di tanah air. Ninja 250 edisi 2018 terbaru bahkan belum mengadopsi fitur ini. Sebenarnya suspensi upside down belum terasa manfaatnya untuk harian, apalagi di jalanan yang macet banyak stop n go nya. Suspensi model begini baru terasa keunggulannya ketika riding dengan kecepatan tinggi. Yah seenggaknya tampil beda dan macho sih, keliatan mahal juga XD

CBR 250RR

  • Lampu LED baik pada lampu depan, lampu sein depan/belakang, dan stop lamp. Kalau fitur ini, sebagian juga sudah ada pada Ninja 250 2018 (head lamp dan stop lamp) dan R25 (stop lamp)

CBR 250RR

  • Swing arm aluminium! nah ini nih yang joss oboss oboss.. mana bentuknya semi 'banana' lagi. Semakin aduhai dan keliatan mahalnya si cibi ini. Sebelum kehadiran CBR 250RR, cuma R25 yang model swing arm nya ga ngebosenin seperti Ninja 250 yang kotak banget. Untuk urusan materialnya, R25 dan Ninja 250 masih setia dengan material plat besi ringan

CBR 250RR

Dari daftar fitur di atas menurut saya yang paling bikin baper adalah : TWB, suspensi depan, dan swing arm nya yang bermaterial alumunium mas bro. Bukan berarti fitur lain ga bikin kesengsem dengan motor ini, cuma penekanannya menurut saya di tiga item tersebut sih

Mesin

Mesin 2 silinder inline CBR 250RR merupakan mesin yang serba baru, di kembangkan dari nol dan khususon untuk motor ini. Mengedepankan prinsip mesin yang compact namun tetap memiliki keunggulan dalam segi performa. Beberapa hal dilakukan oleh Honda demi mencapai hal ini, diantaranya: meletakkan pompa air di atas head cyilinder (ceritanya niru RC213V), pompa oli yang terintegrasi dengan mesin (generasi sebelumnya terpisah), stut kopling yang biasanya di sisi kanan mesin sekarang dipindah ke sisi kiri, 

CBR 250RR

Pompa Air di Atas Cylinder Head

CBR 250RR

Pompa Oli Terintegrasi mesin, diletakkan di bagian depan

Namun semua hal tersebut tidak lantas menjadikannya sebagai produk yang dapat diterima oleh semua pihak lho.. Kabarnya sejak awal 2018, AHM memutuskan untuk sementara memangkas produksi CBR 250RR hingga separuhnya dari jumlah produksi sebelumnya (80 unit/hari)

Lesunya ekonomi memang terasa bagi semua pabrikan sob, apalagi market 250 cc secara makro memang sedang lesu. Apalagi bagi sebagian orang, membeli unit bekas motor 250 cc merupakan pilihan yang jauh lebih menarik dibandingkan membeli unit baru nya termasuk sayah..hehehe. Gak sedikit unit bekas spesies 250 cc ini dijual dengan selisih harga yang cukup lumayan dibandingkan harga baru, tahun  muda (selisih 1-3tahun) dan kilometer rendah! (di bawah 5 ribu kilometer)

The Constraints 

Kembali ke topik CBR 250RR, setidaknya ada beberapa poin yang dirasa menjadi salah satu pertimbangan sebelum meminang motor ini

  • Desain yang kelewat futuristik. Bukannya sayah mencla-mencle sob haha..tapi desain CBR 250RR bukan merupakan desain yang aman untuk tiga tahun kedepan. Desainnya memang terobosan, tapi model begini ga semua orang bisa menerimanya. Desain model Ninja 250 FI sebelum yg model 2018 justru masih lebih bisa dinikmati lebih lama, karena tidak terlalu berlebihan permainan sudut tajam nya. Tapi saya agak bingung juga di model 2018, Ninja menjadi semakin elegan dan meski banyak juga yang bilang mirip R25 headlamp nya tapi kesan moge look nya menjadi nilai plus buat model terbaru ini. Kalau saya pribadi saya sangat suka dengan desain CBR 250RR, sesuai dengan kepribadian saya wkwkwk…
  • Harga yang jauh di atas kompetitornya. Sebagai perbandingan untuk sesama unit non ABS harga OTR Jakarta, Honda CBR 250RR adalah termahal dengan harga Rp 64.725.000 diikuti Kawasaki Ninja 250 MY2018 di Rp 61.900.000 dan Yamaha R25 sebagai yang termurah di kelasnya di Rp 57.000.000. Tentunya kembali lagi dengan keunggulan di atas, apakah sebanding dengan Rupiah yang dikeluarkan..dan ini kembali lagi kepada preferences masing-masing orang ya.
  • Banyak elektronik nya..terutama fitur TWB yang mungkin akan dianggap repot bagi sebagian rider yang biasa praktis-praktis aja. Sebenarnya tidak terlalu menyulitkan kok, yang penting setiap rider bersedia untuk meluangkan waktu untuk mengetahui lebih tentang motornya yang sudah canggih ini. Oya jangan lupa perhatikan area elektronik yang sensitif saat mencuci motor ya, apalagi di tempat cucian motor yang terbiasa menggunakan air bertekanan tinggi
  • Service harus di bengkel resmi yang berlabel 'Wing Dealer', tidak bisa di bengkel Honda reguler. Tentunya karena di bengkel reguler tidak dilengkapi dengan diagnosis tool untuk CBR 250RR, dan juga mekanik nya belum memiliki knowledge detil tentang unit ini. Bagi yang hobi nya cari bengkel di luaran BeRes tentu menjadi pertimbangan lagi ya sob..

Lalu bagaimana rasanya setelah menjajal motor seperempat liter flagship Honda ini? karena bahasan disini udah kepanjangan saya sambung di sini ya 😀

 

ciao!

Related:

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here