versys 250

Mohon maaf lama tidak update karena kesibukan suatu dan lain hal. Mohon dimaklumi yah karena saya bukan (belum) full time blogger, sehingga masih harus menyeimbangkan dengan aktifitas nguli di kantor…hehe. Postingan kali ini sedikit menyinggung produk baru dari Kawasaki Motor Indonesia yang sudah banyak dikupas oleh blogger lainnya, yakni Kawasaki Versys 250.

Jangan bosan dulu, saya tidak akan menitikberatkan pembahasan dari segi fitur dan spesifikasi. Lagipula di ajang EICMA lalu, Versys 250 sudah diperkenalkan dan juga sudah banyak dibahas. Lebih tepatnya Versys 300 sih yang diperkenalkan pada EICMA tersebut, tapi perbedaannya dengan Versys 250 hanya pada kubikasi mesinnya saja seperti Ninja 300 vs Ninja 250. Kehadiran Versys 250 di tanah air memberikan beberapa kesan tersirat tentang sepak terjang Kawasaki, diantaranya:

1. Superkilat

Kehadiran Versys 250 di tanah air bisa dikatakan supercepat!, mengapa demikian? Karena diluncurkan masih di bulan yang sama dari perkenalannya di EICMA, yakni bulan November. Terlihat kalau Kawasaki tidak ingin kehilangan momentum media exposure, sederhananya jangan sampai publik lupa, hehe. 8 November di perkenalkan di EICMA, tanggal 30 November sudah diperkenalkan disini, salut!

versys 250

2. Cuma Kawasaki, spesialis 250 cc

Versys 250 hadir untuk menyasar segmen yang belum tergarap secara optimal oleh pabrikan lainnya di tanah air, karena selama ini kecenderungan motor adventure memiliki kubikasi besar di atas 500 cc, akibatnya masalah harga jual menjadi handicap untuk penetrasi di segmen ini. Kawasaki melihat bahwa market 250 cc masih ada demand-nya, namun enggan berlama-lama head-to-head dengan kompetitor yang punya jaringan dealership lebih luas. Maka hadirlah Versys 250 sebagai upaya masuk ke segmen baru yang belum menjadi fokus kompetitor. Jualan mesin yang sama dengan rasa berbeda, hehe. Eh sudah aware kan kalau motor ini di bangun di atas platform mesin yang sama dengan dua produk sebelumnya, Ninja 250 dan Z250 😀

versys 250

Akhirnya, kesan bahwa Kawasaki sang spesialis 250 cc semakin kuat. Tengok saja gambaran cabang produk 250 cc milik Kawasaki di atas, perlu diakui baru Kawasaki yang selengkap itu. Kurang apa lagi ya? bebek super 250 cc? hehe. Terlihat maksimal benar usaha Kawasaki untuk mengamankan pasar entry level yang telah memberikan banyak kenangan manis sepanjang sejarah KMI di tanah air *tsaah.. Melalui kelas 250 cc lah brand Kawasaki berkibar setelah sebelumnya tidak berdaya melawan Supra, Jupiter dan Shogun melalui Kaze-R, Z130, Blitz dan EDGE yang terbukti kurang bertaji dalam merecoki dominasi Honda, Yamaha dan Suzuki di kelas bebek pada masa itu.

3. Common Cost yang Optimal

Salut lagi buat Kawasaki, karena dengan menggunakan platform mesin yang sama maka common cost nya menjadi sangat efektif menekan biaya di sisi mereka sehingga margin per produk nya bisa besaaaarr. Bukan disisi konsumen ya, karena harga jualnya juga 70 an juta tuh..hehe. Kalau kita buat daftarnya, penggunaan common engine yang dilakukan kawasaki adalah :

  • 250 cc parallel twin : Ninja 250, Z250, Versys 250
  • 250 cc single cylinder : Ninja 250 SL, Z250 SL, KLX 250, DTracker 250
  • 250 cc single cylinder : Estrella 250

versys 250

Dari 3 jenis mesin berkubikasi 250 cc, 2 jenis pertama di atas dijual dalam bentuk 3 -4 jenis produk yang berbeda. Pengecualian untuk Estrella 250 yang kurang sukses menurut saya sepertinya karena faktor harga yang dipasang di range harga pepet-pepetan dengan Z250 dan Ninja twin cylinder.

Semoga dengan margin yang semakin besar yang dimiliki Kawasaki, jaringan dealership dan experience di bengkel resmi nya bisa semakin luas dan nyaman. Dan bagi konsumen ada untungnya juga sebab ini berarti keterserdiaan parts mesin untuk Ninja 250, Z250 lebih terjamin keberlangsungannya.

By the way.. komentar sedikiiit mengenai desain nya, saya kok langsung teringat KLX 150/DTracker 150 ya ketika melihat bagian belakang Versys 250 ini. Mirip sekali garis desainnya, setuju kah?

versys 250

Semoga bermanfaat,

ciao!

Related:

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here