Suzuki GSX-R 250, Semoga Ada Dua Versi

0
96
views

Sliders,

Suzuki GSX-R 250 sudah resmi diluncurkan di China. Kenapa bukan di Indonesia seperti CBR 250 RR atau YZF-R25 yang world premiere disini? Entah. Tapi ini menunjukkan kalau market terbesar Suzuki ada di negri tirai bambu.

ini sekedar asumsi berdasarkan kebiasaan Yamaha dan Honda yang meluncurkan produk sport 250cc nya di market yang dianggap penting bagi mereka, dalam hal ini kebetulan di Indonesia. Anggap saja berbagi kegembiraan dengan bikers dari negeri lain. 

By the way, ini dia sosok Suzuki GSX-R 250 tersebut :

GSX 250RSuzuki GSX-R 250 (source)

Spesifikasi Mesin:

Twin parallel milik Suzuki Inazuma yang diklaim mampu menghasilkan power sebesar 24,6 hp pada 8.000 RPM dan torsi 23,4 Nm pada 6.500 RPM. Disalurkan dengan transmisi enam percepatan, bobot keseluruhan 178 Kg, kapasitas tangki bahan bakar sebanyak 15 liter. Udah gitu aja..

Antiklimaks! 

Sebagai pendatang terakhir di kelas sports 250 cc SEHARUSNYA Suzuki memiliki keunggulan kompetitif dengan mengadopsi what is good pada Yamaha R25/Ninja 250/CBR 250RR dan meninggalkan yang buruk-buruknya dari ketiga model pendahulu tersebut. Kurang suksesnya Suzuki Inazuma (kalau tidak mau disebut gagal) disebabkan pendirian teguh mereka yang tidak mau searus dengan kompetitor.

Kok ini seperti mengulang kembali idealisme yang gagal dengan Inazuma ya?

– Intermezzo sebentar –

Alkisah.. Kawasaki, Yamaha, dan Honda terjun di kelas 250 cc melalui model sport fairing. Sebaliknya Suzuki mencoba peruntungan melalui model sport touring. Mungkin pertimbangannya karena dulu Suzuki Thunder 250 sukses diburu kolektor? Tapi sepengetahuan saya Thunder 250 digemari justru ketika motor ini sudah diskontinyu, hehe. 

13 tahun menjadi konsumen Suzuki, mulai dari Suzuki Shogun (1997-2001), Suzuki Satria 120R (2001-2005), dan Suzuki Satria F150 (2005-2010) saya jarang melihat Thunder 250 di bengkel servis, kalau Thunder 125 sih banyak. 

Saya mengerti sepenuhnya jika Suzuki mengulangi kembali strategi sport touring untuk kelas 250 cc agar tidak Head to Head dengan existing competitor. Maka diluncurkanlah Inazuma.

Tapi, beramai-ramainya kompetitor membuat genre model yang sama (sport fairing) bukannya ini menunjukkan bahwa market memang adanya ya disitu? disini saya gagal paham dengan langkah Suzuki melalui Inazuma-nya tersebut.

Dan hasilnya kurang menggembirakan, padahal Inazuma bukan motor yang jelek. Saya pernah mencobanya meskipun hanya test ride.

Inazuma kurang melejit karena model ini gagal cocok dengan kondisi market di Indonesia, itu saja. Harga yang mepet dengan sport fairing, bobot yang kelewat berat, dan mesin yang masih SOHC menjadi key failures-nya. Padahal ini motor nyaman! pake banget

Suzuki sukses menjadikan Inazuma menjadi valuable 2nd bike. Motor yang hanya valuable ketika kita membeli bekasnya, bukan unit barunya karena pertimbangan harga. Kalaulah ada rejeki berlebih saya punya niatan untuk memelihara unit bekas motor ini, hehe.

Bisa jadi GSX-R 250 akan bernasib sama seperti Inazuma, indikasinya: 

Pertama, mesinnya 'hanya' SOHC

Konfigurasi mesin SOHC sama sekali tidak jelek, namun disini topik ini menjadi debat tanpa ujung. Sementara ini imej lebih positif masih dimiliki oleh mesin berkonfigurasi DOHC, secara imej ya bukan teknikal.

Mungkin karena Suzuki sudah memiliki mesin Inazuma yang biaya risetnya juga tidak sedikit, jadi opsi realistisnya menggunakan common engine. Karena di kelas 250 cc Suzuki hanya punya mesin Inazuma, maka terjadilah.

Hal yang sama juga dilakukan Suzuki pada model VStroom 250 dengan menggunakan mesin Inazuma.

Kedua, powernya dibawah 30 PS

Sektor ini sepertinya bakal jadi bahan bully berat oleh fansboy merk sebelah.

  • Kawasaki Ninja 250, 32 PS @11.000 RPM
  • Yamaha R25, 36 PS @12.000 RPM
  • Honda CBR 250 RR, 36.8PS @12.500 RPM

Suzuki GSX-R 250 memiliki power 24.6 hp, jika di konversi ke satuan PS maka power GSX-R 250 menjadi 24.94 PS @8.000 RPM. Jelas bukan karakter mesin hi-performance seperti kompetitornya, yaa..karena ini mesinnya Inazuma.

Ketiga, fitur relatif standar

Lampu depanya bohlam meskipun lampu belakangnya LED, lalu wave disc pada rem depan dan belakang yang bukan fitur luar biasa. Paling mewah dan mencolok adalah speedometer digitalnya yang multi informasi.

Suzuki GSX-R 250

Suzuki GSX-R 250

Fitur Unggulan Suzuki GSX-R 250

Speedometer digital Suzuki GSX-R 250 jelas memiliki dimensi yang sama dengan speedometer milik Suzuki Satria 150 versi injeksi, namun informasi yang ditampilkannya lebih komplit pada GSX-R 250.

Masalah suspensi belakang saya belum mendapat info akurat, apakah pro-link atau tidak. Kalau belum pro-link maka ini semakin menambah nilai minus GSX-R 250.

Memang Yamaha R25 juga tidak mengadopsi pro-link, namun dengan kekurangan-kekurangan di atas, ketiadaan pro-link semakin menambah handicap GSX-R 250 saat dibandingkan kompetitor di kelasnya.

Terakhir, ini sangat subjektif bagi saya pribadi sepertinya. Desain 'wajah' Suzuki GSX-R 250 ini kok mirip Honda CBR 250 generasi pertama ya? hanya karena perbedaan desain lampu sign kanan-kiri membuat desainnya secara keseluruhan tidak 100% mirip.

Suzuki GSX-R 250

Kiri: Honda CBR 250 Generasi Pertama, Kanan: Suzuki GSX-R 250

Mirip tidak? saya yakin maksud desain Suzuki adalah menurunkan konsep 'wajah' Suzuki GSX-R 750. Tapi entah mengapa kalau saya pribadi teringatnya dengan Honda CBR 250 generasi pertama.hehe.

Lalu versi render-an yang sebelumnya sering beredar itu bagaimana ya? jauh sekali dengan kenyataannya. Meskipun itu hanya versi render-an namun biasanya bocorannya lumayan akurat

Suzuki GSX-R 250

Versi Render Suzuki GSX-R 250 (source)

Sebelum peluncurannya, kita merasakan aura bahwa Suzuki GSX-R 250 merupakan proyek ambisius Suzuki. Melihat hasilnya seperti ini… sebuah antiklimaks. Setengah tidak percaya kalau GSX-R 250 seperti ini wujudnya.

Sepertinya motor ini akan masuk kedalam daftar valuable bikes saya, dalam versi bekas tentunya. Kenapa? karena mesin SOHC 24.94 PS buat saya cukup untuk berkomuter di dalam kota. Meskipun fitur-fiturnya basic, tapi oke lah selama harga bekasnya dibawah Rp 40jt-an

Kesimpulan

Suzuki melakukan langkah tanggung dengan membenamkan mesin sport touring pada produk sports-nya. Andaikan produk ini dilabeli "Suzuki GSX 250F" selayaknya pola penamaan untuk produk street seperti GSX 650F, maka masih bisa dimaklumi.

Sangat tanggung menempatkan produk ini pada garis keturunan super sports GSX-R dengan spesifikasi alakadarnya. 

Ini mengingatkan pada kesalahan Honda dengan CBR 250 generasi pertamanya dulu.  Memaksakan konsep desain VFR 1200 dan karakter mesin 'lembut' sebagai elemen dasarnya. Hasilnya? gagal! Perlu tiga generasi perjalanan Honda CBR di kelas 250 cc hingga menemukan kembali karakter sebuah CBR.

Heran, kenapa Suzuki melakukan kesalahan yang serupa? Apakah mau mengedepankan tagline 'comfortable sport' dan sejenisnya? terbukti untuk pasar disini konsep tersebut belum bisa diterima.

Saya menulis ini, dengan harapan semoga ada versi lain dari Suzuki GSX-R 250. Setidaknya untuk pasar Indonesia. Semoga masih ada harapan bahwa bocoran renderan dari Young Machine yang selama ini beredar menjadi kenyataan. 

Dari sisi mesin, semoga Suzuki memiliki versi mesin yang totally new! sehingga GSX-R 250 tidak malu-maluin keluarga GSX-R…hehe

Semoga..

gallery

ciao!

gallery

Related:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here