Berita MotoGP, Konsekuensi Pelarangan Winglet

0
315
views

Sliders, dari berita motogp di beberapa media dikabarkan mengenai larangan penggunaan winglet mulai tahun 2017 mendatang. 

Keputusan ini diambil oleh komisi grandprix sebagai buntut dari buntunya pembahasan di lingkungan MSMA (Manufacturers' Association).

berita motogp

Dovizioso Memamerkan Winglet Ducati GP.15 (sumber)

Apa yang dibahas dalam diskusi tersebut kok berujung pada kebuntuan? Yakni hal-hal pokok mengenai parameter winglet, seperti : ukurannya, shape/bentuknya, titik penempatannya, dan seberapa mudah winglet harus bisa terlepas ketika terjadi benturan. 

Dalam rilisnya pada 25 Juni lalu di Assen, komisi grandprix menambahkan bahwa penggunaan winglet masih diperbolehkan hingga sisa musim 2016 ini.

Penggunaan piranti aerodinamika tambahan ini dipandang sebagai sesuatu yang aneh ketika pertama kali diperkenalkan Ducati di tahun 2010 silam. Karena memang bentuknya membuat estetika motor menjadi korban, alias jelek..hehe.

Namun memasuki pertengahan musim 2016 ini, tim-tim lain pun ikut melakukan riset untuk menggali potensi penggunaan winglet.

Pendapat umum yang berkembang memahamkan kita bahwa winglet membantu mengurangi masalah roda depan terangkat (wheelie) ketika motor berakselerasi penuh. Tapi herannya Marc Marquez dan Marc Vinales menyatakan nyaris tidak merasakan perbedaannya. Bahkan diantara rider tim pabrikan, Dani Pedrosa hanya menggunakannya di saat-saat tertentu saja

Jika di moto2 dan moto3, durasi riset winglet tidak berumur panjang karena langsung di larang, tidak demikian di kelas motoGP. Ducati sebagai pionir sejak tahun 2010 sudah menginvestasikan riset pengembangan piranti ini semasa Casey Stoner dan Nicky Hayden. Keduanya melakukan debut penggunaan winglet pada sesi kualifikasi GP Jerman. Alasan penggunaan piranti ini, lagi-lagi menurut Ducati adalah untuk mencegah wheelie pada roda depan.

berita motogp

Penggunaan Winglet pada Desmosedici GP.10 (sumber)

Winglet, apa manfaatnya?

Kalau dibilang untuk mencegah roda depan wheelie,  testimoni dari Marquez dan Vinales  di atas malah bikin bingung ;D. Konsep dasar penggunaan wing seperti ini memang efektif memberikan downforce tambahan  ketika kendaraan melaju pada kecepatan yang cukup. Seberapa? yang jelas cukup kencang sehingga timbul efek venturi.

Penggunaan piranti aerodinamika lebih jamak ditemukan pada mobil balap formula 1. Karena desain kendaraan yang open wheeler, penggunaan bilah-bilah aerodinamika memiliki banyak fungsi : mulai dari mengalirkan udara dari depan agar tidak menabrak roda dan menghambat laju kendaraan, mengalirkan udara ke engine intake, dan tentunya untuk memperoleh downforce yang optimal. 

Jika diterapkan pada roda dua, efektifitas winglet hanya maksimal ketika motor dalam lintasan lurus, dalam posisi tegak dan laju yang cukup kencang. Sedangkan ketika menikung, posisi motor merebah, fungsi winglet menjadi nihil.  Ketika menikung yang dicari adalah grip roda yang didukung oleh fleksibilitas sasis, bukan aerodinamika. 

Jika dikatakan untuk mencegah roda depan wheelie, disini saya bingungnya. Yang sering saya lihat, terjadinya  wheelie biasanya selepas tikungan dimana setelahnya dijumpai trek lurus. Nah biasanya rider akan langsung full throttle. Sehingga terjadilah wheelie, dan ini lebih disebabkan karena hentakan roda belakang secara tiba-tiba.

Power delivery yang tidak smooth ini penyebab roda depan terangkat. Jika masalah ini kemudian diatasi dengan winglet, padahal saat itu speed belum cukup untuk memperoleh efek venturi, disini ilmu saya mentok, hehe.

Engineer Ducati tentunya lebih pandai dan R&D sudah dilakukan tim ini sejak 2010. Wallahualam..mungkin desain winglet nya Ducati mampu memperkecil syarat kecepatan minimum untuk mendapatkan efek venturi tersebut. 

Lalu kenapa Ducati berkepentingan agar winglet dilegalkan?

Selain argumentasi umum alasan donwforce tadi, saya belum tahu. Tapi kalau kita amati, posisi penempatan winglet itu berada dekat ventilasi radiator. Manfaat yang bisa diperoleh dengan menempatkan winglet di posisi tersebut adalah memusatkan flow udara melewati area tersebut. Sehingga udara panas dari area sekitar radiator akan lebih cepat dibuang, bermanfaat untuk menjaga suhu mesin tetap dalam posisi optimal.

Konsekuensi Pelarangan Winglet

Ducati akan mencari alternatif lain, terutamanya dari celah regulasi. Definisi winglet sendiri belum ada ketentuan bakunya, apakah yang dimaksud adalah berupa elemen tambahan atau bagian dari fairing? hehe.

Prinsip bahwa apa yang tidak di atur maka tidak dilarang menjadi spirit utama dalam mencermati setiap kalimat regulasi. Konsekuensi paling realistis adalah mengubah desain fairing sehingga sedikit banyak mampu mengkompensasi fungsi yang serupa dari winglet.

Sederhananya winglet akan diwujudkan menjadi bagian  permanen dari fairing. Tentunya dengan dimensi yang sesuai dengan koridor peraturan teknis.

berita motogp

Insiden yang Menjustifikasi Winglet Divonis Berbahaya (sumber)

Sebagai penutup, ada beberapa poin singkat yang menggelitik :

  • Winglet dikenalkan tahun 2010 oleh Ducati dan sampai pertengahan 2016 ini hanya Ducati yang menggunakannya

  • Sepanjang periode tersebut, banyak pihak mentertawakan desain fairing Ducati yang menjadi tidak elok (aneh)

  • Sepanjang periode tersebut, tidak ada pihak yang mempermasalahkan apa yang dilakukan Ducati

  • Pertengahan 2016, tim-tim lain mulai beramai-ramai menggunakan winglet. Termasuk tim juara Yamaha, Honda, dan tim pendatang seperti Aprilia dan Suzuki. R&D mereka terhadap winglet tertinggal beberapa musim dari Ducati

  • Pertengahan 2016, legalisasi winglet digugat, dipertanyakan dan dianggap membahayakan.

  • Winglet Resmi di larang mulai musim 2017

Pelarangan winglet faktor politis? wallahualam..tapi memang winglet Ducati tahun 2016 ini GEDE BANGET

 

Semoga bermanfaat,

ciao!

Related:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here