Berita MotoGP, Team Order Ducati

0
60
views

berita motogpKebersamaan Dua Andrea Ducati, Off Track (kiri) maupun On the Track (kanan)

Halo sliders, dalam berita motogp kali ini saya tertarik untuk mengungkap adanya peraturan verbal di antara rider Ducati factory Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso. Peraturan ini tidak tertulis di dalam kontrak masing-masing rider tersebut. Namun harus di ambil pasca kejadian serudukan maut Iannone terhadap Dovizioso di lap terakhir, tikungan terakhir  GP Argentina April lalu. 

Kesepakatan yg dipaksakan agar kedua rider sepakat tersebut disebut "behavior protocol". Apa isinya?

Jadi, insiden GP Argentina lalu berbuntut panjang, Ducati kecewa berat terhadap kejadian tersebut. Peluang menempatkan kedua motornya di podium pun sirna hanya beberapa saat menjelang akhir race. Ini adalah momentum kedua yang gagal diselesaikan dengan baik oleh kedua Andrea. Sebelumnya, di seri Qatar Ducati berpeluang menempatkan kedua ridernya di puncak podium menempati P1-2. Jika berhasil, pencapaian tersebut merupakan buah penantian panjang Ducati atas paceklik prestasi paska era Casey Stoner. Terlebih Ducati mengawali musim 2016 ini dengan sangat optimis. Tidak berlebihan mengingat kemajuan Ducati sudah terlihat sejak seri pembuka.

Di seri Qatar, Andrea Iannone menyelesaikan kualifikasi di posisi keempat atau hanya berselisih 0.15 detik dari pole sitter Jorge Lorenzo. Namun hasil race terbaik justru dikontribusi oleh Dovizioso yang berhasil finish di podium kedua, sedangkan Iannone ndelosor (low side: 2 jenis kecelakaan yang sering terjadi di motoGP) sendiri saat bersaing dengan rekan setimnya tersebut.

Sepanjang race Qatar, rivalitas kedua Andrea sudah sengit memperebutkan posisi pertama sebelum akhirnya Iannone DNF di lap 17. Sepak terjang Andrea Iannone pada seri-seri berikutnya hanya memposisikannya sebagai public enemy. Bagaimana tidak, manuver-manuvernya sudah memakan tiga korban. Tidak terkecuali rekan setimnya sendiri sebagai korban kedua, dan baru-baru ini Jorge Lorenzo terdaftar sebagai korban ketiga. Siapa korban pertama? ya dirinya sendiri! hehe.

Dari tujuh seri yang telah digelar, empat seri diantaranya Iannone DNF lho. Dan dari empat crash tersebut, dua diantaranya solo crash dan dua sisanya kita ketahui Iannone menyeruduk Dovizioso di Argentina dan men-torpedo Lorenzo di Catalunya dengan Ducati Desmosedici nya.

berita motogpTorpedo Iannone (sumber)

Behavior Protocol

Semenjak insiden memalukan di Argentina, Ducati mengajak berbicara kedua ridernya di markas Ducati Racing Dept, Borgo Panigale, Bologna Italia. Yang dibahas adalah apa yang kemudian disebut sebagai behavior protocol, atau jika diterjemahkan bebas "aturan (mengenai) perilaku". Maksudnya sudah tentu perilaku manuver kedua rider tersebut, terutama ketika situasi yang melibatkan keduanya seperti di Qatar dan Argentina terulang kembali. Kandungan protokol tersebut adalah :

Jika salah satu dari rider di overtake oleh rekan satu tim, maka rider yg di overtake tersebut harus menunggu minimal satu lap kemudian untuk mencoba menyusul kembali rekan setimnya tersebut

Ini sebetulnya team order secara verbal, namun fokusnya bukan memfavoritkan salah satu rider seperti kebanyakan team order pada umumnya. Instruksi ini menurut saya cukup sulit pelaksanaannya, kalau tidak mau disebut konyol. Sebab jika latar belakangnya adalah insiden di GP Argentina, crash keduanya terjadi di lap terakhir. Apakah ini berarti jika salah satu rider berhasil meng-overtake rekan setimnya di lap akhir maka rekan setim yang di overtake tersebut hanya boleh pasrah?

Poin dari Ducati jelas, tidak ingin kehilangan momentum sekecil apapun. Apalagi jika peluang tersebut hilang karena kelakuan rider mereka sendiri. Ducati adalah satu-satunya factory team yang kedua ridernya jarang finish bareng. Sampai dengan seri ketujuh Catalunya kemarin, salah satu dari ridernya pasti DNF. Malahan ada ridernya yang hobi membuat insiden epic, menghiasi headline berita motogp di media (ini sih Iannone aktornya, hehe). Menarik lho kalau kita mencatat statistiknya

  • 1 Qatar. Iannone selfie crash, Dovizioso podium kedua

  • 2 Argentina. Clash of the two Andrea (epic), Iannone DNF sedangkan Dovizioso dorong motor ke finish line dan cuma sanggup mengamankan P13

  • 3 America. Doviziozo di rudal oleh Pedrosa, Iannone podium ketiga

  • 4 Spain. Dovizioso bocor radiator (hat-trick oleh Andrea Dovizioso), Iannone P7

  • 5 French. Dovizioso ndelosor kompak bareng Marquez di detik dan tikungan yang sama tanpa senggolan, Iannone selfie crash

  • 6 Italia. Ducati akhirnya tumpengan, kedua ridernya finish bareng di podium ketiga (Iannone) dan kelima (Dovizioso)

  • 7 Catalunya. Ducati seakan kembali pada garis takdirnya. Iannone kembali menjadi headline berita motogp dengan men-torpedo Jorge Lorenzo, Dovizioso P7

berita motogp

Skor crash kedua Andrea di atas adalah imbang 4 – 4, namun Iannone lebih banyak DNF. Iannone juga tercatat paling banyak membuat kesalahan yang berujung selfie crash-DNFtidak lupa terlibat insiden yang ia picu sendiri. Sedangkan Dovizioso, DNF nya lebih banyak diakibatkan faktor eksternal. Hanya satu kali Dovi melakukan kesalahan saat low side berjamaah bersama Marc Marquez di French GP. Dan sebuah catatan tersendiri bagi Dovizioso yang mencetak DNF nya secara berturut-turut ke empat-empatnya, hehe. Bagi Suzuki yang tahun depan akan menggunakan jasa Andrea Iannone, perlu mentatar dulu ridernya ini kelak di musim 2017.

Kembali pada protokol verbal di atas, instruksi tersebut tidak dituangkan dalam kontrak kedua Andrea, namun Ducati sangat menekankan agar kedua rider tersebut menghormatinya. Semoga team order ini tidak membuat pertarungan keduanya juga menjadi garing. 

Bagi Dovizioso, performanya musim ini sangat penting mengingat tahun depan ia masih bersama Ducati dan bertandem bersama Lorenzo. Sepanjang karirnya di kelas premier motoGP, Lorenzo hanya satu kali menempati klasemen akhir pembalap di luar 3 besar, yakni saat debutnya di tahun 2008 dengan menduduki klasemen peringkat empat. Sudah tiga gelar juara dunia motoGP dikoleksi Lorenzo, terakhir adalah di tahun 2015 lalu. Adalah hal yang wajar jika Ducati memfokuskan pengembangan Desmosedici GP17 tahun depan berdasarkan masukan dari Lorenzo. Apalagi ia datang dari tim juara dunia, dan mungkin kembali berstatus sebagai juara bertahan (tergantung hasil kompetisi tahun ini).

Dovizioso harus mulai memperbaiki konsistensi pencapaiannya dalam setiap race musim ini jika ia tidak ingin mengalami apa yang dialami Dani Pedrosa. Kita ketahui bahwa pengembangan Honda RC213V-2016 yang Marquez oriented membuat Dani Pedrosa kesulitan di awal-awal musim. Status Marc Marquez sebagai rider yang lebih berpeluang juara menjadikan HRC memfokuskan effortnya kepada satu pembalapnya. Kasarnya, RC213V Dani Pedrosa adalah RC213V Marquez based yang kemudian di tuned agar dapat dikendarai oleh Dani.

Bukan tidak mungkin hal yang sama menimpa Dovi di tahun depan. Sedangkan Iannone yang tahun depan akan menunggangi GSX-RR, semoga ia tidak merusak mimpi Suzuki. Akan lebih indah jika berita motoGP mendatang adalah mengenai keberhasilan Iannone mempersembahkan juara seri bagi Suzuki

Semoga bermanfaat,

ciao!

 

 

 

Related:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here