Tim Satelit Suzuki MotoGP Diputuskan Juni

3
134
views

Tim Satelit Suzuki motoGP

Status Twitter @crash_motogp

Menarik membaca twitter dari @crash_motogp di atas. Jika benar tahun depan kita akan melihat tim satelit Suzuki di lintasan motoGP, ini isyarat bahwa comeback nya pabrikan tersebut dua tahun belakangan ini dilatarbelakangi oleh ghirah yang kuat. Ghirah atau semangat mengejar ketertinggalan setelah absen dua tahun. Apalagi ketika memutuskan untuk absen per 2013 lalu, Suzuki sedang dalam kondisi kurang kompetitif. Tapi seberapa besar peluang terbentuknya tim satelit Suzuki di musim depan?? terlebih status twitter di atas kan ditulis 12 Mei lalu, pasti sudah banyak perkembangan yang terjadi

Enam seri kompetisi motoGP 2016 telah digelar dan GSX-RR semakin menunjukkan progress. Dibuktikan dengan mampunya Maverick Vinales menempati podium ketiga pada GP Perancis bulan Mei kemarin. Terlepas dari keuntungan yang didapatkan oleh Vinales akibat insiden ndelosor barengnya Andrea Dovizioso dan Marc Marquez di tikungan  yang sama di detik yang hampir bersamaan. Pencapaian ini merupakan podium pertama Suzuki setelah paceklik podium sepanjang delapan tahun! Saya yakin Suzuki team pasti terharu biru.

Tim Satelit Suzuki

Podium Terakhir (3rd) Suzuki oleh Loris Capirossi – Czech Republic 2008 (sumber)

Dengan niat Suzuki membentuk tim satelit artinya kita masih akan melihat kiprah Suzuki di motoGP selama beberapa waktu kedepan. Sebenarnya ini hal yang tidak lazim bagi Suzuki untuk memiliki tim satelit. Sepanjang sejarah, Suzuki selalu fokus pada factory team, dua motor cukup. Ketidak lazim-an yang menarik!

Team manager Davide Brivio, mengungkapkan keinginan Suzuki untuk menempatkan lebih banyak motornya di grid. Hadir tidaknya motor ketiga dan keempat Suzuki di tahun 2017 kemungkinan baru akan diumumkan sebelum summer break tahun ini, perkiraannya sebelum lebaran Juli 2016.

Jika hal ini terwujud, bisa jadi tim satelit Suzuki tersebut akan diposisikan sebagai junior team atau team-B. Seperti halnya pada Yamaha Tech-3 yang merupakan junior team dari Yamaha Factory. Junior team ini bisa dijadikan tempat pembibitan rider kandidat sebelum naik status ke factory team jika berprestasi.

Grid Quota

Kontradiksi dengan niatan untuk membentuk tim satelit Suzuki, kenyataannya kuota grid motoGP tahun 2017 sudah ditetapkan oleh FIM, yakni sejumlah 23 rider. Tim yang akan berpartisipasi di musim 2017 adalah tim eksisting tahun ini ditambah KTM yang akan menyertakan dua ridernya Bradley Smith dan kemungkinan Pol Espargaro. Sebelumnya jumlah slot untuk tahun depan sempat dibuka sampai dengan 24 rider. Namun akhirnya dibatalkan karena tidak adanya pabrikan yang mau mensuplai tambahan satu motor lagi.

Sebagai gambaran situasi, dari empat pabrikan yang berkompetisi di motoGP musim ini ada tiga pabrikan yang mensuplai tim satelit:

  • Honda, 3 unit RC213V terdistribusi ke 2 tim satelit (LCR Honda 1 unit, Marc VDS 2 unit)

  • Ducati, 6 unit Desmosedici GP14.2 terdistribusi ke 3 tim satelit (Avintia Racing, Octo Pramac Racing, dan Aspar Team) masing-masing 2 unit

  • Yamaha, 2 unit YZR-M1 terdistribusi ke 1 tim satelit (Yamaha Tech-3)

Peluang Tim Satelit Suzuki

Jika semua slot sudah terisi, lalu dimana peluang tim satelit Suzuki? Kemungkinan yang masih terbuka adalah mensuplai tim satelit eksisting dengan motor GSX-RR. Artinya dari daftar tim satelit di atas, Suzuki perlu mendekati tim satelit yang dirasa berpeluang untuk dijadikan mitra. Secara kasar sih, peluang paling besar ada pada tim yang hanya berkompetisi dengan satu motor, dan atau tidak memiliki title sponsor. Kebetulan kedua hal tersebut hanya ada pada satu tim satelit, yakni LCR Honda.

Sebenarnya LCR di tahun 2015 lalu menurunkan dua pembalap, Jack Miller dan Carl Crutchlow. Namun akibat permasalahan finansial yang menimpa sponsor mereka (CWM), musim 2016 ini LCR hanya sanggup membiayai satu motor. Bos tim Lucio Cecchinello mengutarakan bahwa memang ada keinginan untuk berkompetisi dengan dua rider, namun semua tergantung pada ketersediaan dana untuk berkompetisi dengan dua motor, menggaji dua riders. Lucio Cecchinello menyatakan bahwa prioritasnya adalah melanjutkan kerjasama timnya bersama Honda dan Carl Crutchlow. LCR memang memiliki historis yang kuat dengan Honda sebagai tim satelitnya. Diawali sejak periode 1996 s.d 2000 di kelas 125 cc, sebelum akhirnya LCR bermitra dengan Aprilia. Sedangkan di kelas motoGP, kerjasama keduanya terjalin sejak tahun 2006 hingga sekarang.

Lucio Cechinello sendiri belum berdiskusi langsung dengan pihak Suzuki, baru manajer tim Suzuki Ecstar Davide Brivio yang menyampaikan kepadanya perihal tawaran Suzuki untuk menambah GSX-RR di grid melalui timnya tahun depan. Namun Lucio berkomentar bahwa jika diskusinya dengan Honda perihal musim 2017 mendatang tidak berpihak kepadanya, maka ia akan menghubungi Davide Brivio.

Satellite Team Rider Wil Be..

Johann Zarco!

Juara dunia moto2 tahun 2015 ini memang sudah sering dihubung-hubungkan dengan Suzuki. Jika skenario tim satelit Suzuki terwujud di tahun 2017, Zarco akan mendapatkan GSX-RR spek 2016. Namun jika skenario tim satelit tidak terwujud tahun depan, Zarco justru diwacanakan menjadi pendamping Andrea Iannone di tim Suzuki Factory musim depan. Sepertinya Suzuki memang ingin mengamankan Zarco, apapun yang terjadi. Dalam beberapa event, terlihat  kebersamaan antara Zarco dengan Suzuki. Seperti pada event Sunday Ride Classic 2016 di sirkuit Paul Ricard Perancis 16-17 April 2016 lalu Zarco terlihat menunggangi Suzuki RGV 500 '98 dan Suzuki 500 ex-Philippe Coulon.

tim satelit suzukiJohann Zarco di atas RGV 500 '98 (kiri) dan Suzuki 500 (kanan)

Kombinasi experienced rider + young gun tetap menjadi pilihan Suzuki dalam menentukan komposisi pembalapnya. Lalu bagaimana kabar Aleix Espargaro di tim Suzuki Factory? Cukup suram, Suzuki belum memprioritaskan perpanjangan kontraknya untuk musim depan. Justru Suzuki sedang 'asyik' mencari rider pengganti Maverick Vinales. Selain Johann Zarco, Alex Rins yang saat ini juga berkompetisi di moto2 berada dalam jangkauan radar Davide Brivio. 

Beberapa alternatif kemungkinan yang terlintas dalam benak saya adalah :

  1. Tim satelit Suzuki terbentuk di 2017, maka: Andrea Iannone + Aleix Espargaro (factory team) dan Johann Zarco (satellite team)
  2. Tim satelit Suzuki terbentuk di 2017, maka: Andrea Iannone + Johann Zarco (factory team) dan Alex Rins (satellite team)
  3. Tim satelit Suzuki tertunda, maka: Andrea Iannone + Johann Zarco (60%) atau Alex Rins (40%)

Poinnya adalah, posisi Aleix Espargaro sebagai rider Suzuki jelas tidak aman. Antara Zarco dan Rins keduanya rider muda berbakat. Namun titel juara moto2 2015 yang dimiliki Zarco seharusnya ia lebih berpeluang menjadi prioritas dibanding Alex Rins ketika situasinya seperti pada alt.2 dan alt.3. Namun keputusan juga ada di pihak rider yang di dekati, bukan tidak mungkin Zarco juga didekati oleh tim satelit dari pabrikan lain lalu ia mengambil tawaran tersebut. Yamaha Tech-3 masih kekurangan satu rider untuk mendampingi Jonas Folger, sedangkan Pol Espargaro sudah hampir pasti meninggalkan seatnya di Tech-3. Posisi Tech-3 adalah tim junior Yamaha Factory, sah-sah saja seandainya Zarco mengincar seat di Tech-3 dengan harapan berpeluang promosi menjadi factory ridernya Yamaha di masa depan.

Jikalau tim satelit Suzuki tidak terwujud di musim 2017, peluangnya masih tetap terbuka di musim 2018. Sebab secara prinsip Suzuki memang menginginkan untuk berkompetisi dengan lebih dari dua motor. Empat motor dengan kombinasi dua motor di tim pabrikan dan dua motor lagi di tim satelit adalah kondisi ideal bagi Suzuki. Masalah finansial juga menjadi pertimbangan Suzuki dalam memutuskan jadi tidaknya skenario tim satelit di musim 2017. Kita ketahui bahwa Suzuki belum memiliki title sponsor yang besar seperti Yamaha dan Honda. Title sponsor Suzuki hanyalah Ecstar, merk pelumas yang tak lain adalah anak perusahaannya sendiri.

Tentunya dengan memiliki tim satelit, Suzuki mampu melakukan pengembangan lebih cepat dibandingkan hanya menurunkan dua rider seperti saat ini. Akan lebih banyak data statistik yang didapatkan dari lebih banyak motor, dan akan lebih banyak masukan yang datang dari tiga atau empat rider. Tim satelit juga bisa diposisikan sebagai 'lab tes' untuk menguji komponen-kompenen purwarupa sebelum diimplementasikan pada motor tim pabrikan.

Kita nantikan perkembangannya ..

 

Semoga bermanfaat,

ciao!

Related:

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here