10 Hari Menjelang Keputusan Maverick Vinales

1
289
views

Andrea Iannone Chase Maverick Vinales

Iannone Mengincar Posisi Vinales?

Silly season tahun ini benar-benar sudah kelewat hot sejak di awal musim. Setelah Jorge Lorenzo confirmed akan mengenakan wearpack merah khas Ducati, rentetan peristiwa terus bergulir..hehe. Sepertinya tidak lama lagi kita akan mendapatkan kepastian dari mang Maverick Vinales, di tahun depan ia akan bersama tim biru Suzuki Ecstar atau tim biru Yamaha Movistar. Setelah Jorge Lorenzo, Vinales memang menjadi rider kedua di paddock yang dinanti-nanti keputusannya oleh banyak pihak, mulai dari team principal yang berkepentingan, awak media, dan tentunya fans motogp.

Kontrak Maverick Vinales di Suzuki sendiri sebenarnya memuat klausul opsi perpanjangan satu tahun, dalam artian 2+1. Dua tahun pertama adalah kontrak yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak baik rider maupun tim, sedangkan tahun ketiga adalah opsional. Di tahun ketiga, terbuka kemungkinan kontrak berlanjut namun tidak mengikat seperti pada dua tahun pertama, bergantung pada kesepakatan yang dicapai. Perkembangan terakhir, Suzuki sudah jelas-jelas menawarkan perpanjangan kontrak. Bola panas ada di pihak Vinales karena ia memiliki opsi untuk berpaling dari GSXR-R dan memilih YZR-M1 untuk musim depan

Di artikel sebelumnya, Vinales mengakui hasil podium 1-2 yang dicapai oleh tim Yamaha Factory jelas membuatnya berpikir dan tergiur mengenai pencapaian yang akan diperolehnya jika bergabung bersama tim tersebut. Apalagi bersama Yamaha ia akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dari Valentino Rossi, the living legend motogp saat ini. Kondisinya, Vinales mendapatkan tawaran dari hampir semua tim di grid motogp! sangat luar biasa untuk seorang newbie yang baru menjalani musim keduanya. Tapi dari semua tawaran tersebut, kontrak dengan Suzuki dan Yamaha menjadi  fokus perhatian bagi Vinales.

Suzuki sendiri telah memberikan tenggat waktu kepada Maverick Vinales untuk segera memberikan jawabannya paling lambat 10 hari lagi atau tepatnya ketika seri GP Perancis di sirkuit Le Mans. Hmm…mungkin kerja keras Suzuki pada test di Jerez pada Senin 25/04/2016 lalu sedikit banyak diupayakan untuk meningkatkan kepercayaan rider nya tersebut pada Project Suzuki Motogp, dengan memfokusan pada new set-up agar diperoleh traksi yang lebih baik sesuai karakter sirkuit Le Mans. Harapannya jika di Le Mans Suzuki bisa semakin kompetitif sejak sesi Free Practise sampai saat Race, atau bahkan bisa menghasilkan podium maka kemungkinan Vinales akan tetap bersama Suzuki di musim depan akan semakin besar.

“ Suzuki layak mendapatkan jawaban sesegera mungkin, sehingga tidak timbul kegaduhan dalam tim”

(Maverick Vinales)

Pragmatis Vs Idealis

Secara sederhana, Maverick Vinales dihadapkan pada dua pilihan yang dapat di jawab dengan dua pendekatan yang berbeda satu sama lain, pragmatis atau idealis.

Pendekatan pragmatis berarti memilih Yamaha karena bisa dibilang itu adalah pilihan yang masuk akal dan mungkin kebanyakan fans motogp berharap demikian. Fans akan disuguhkan tontonan menarik, dimana seorang Valentino Rossi akan semakin terpacu untuk meningkatkan level kompetitifnya, mengingat ia akan berbagi garasi dengan seorang rider muda, terlalu muda malahan yang sangat lapar dan bisa berpotensi mengalahkannya di beberapa seri.

Maverick Vinales Ilustration with Yamaha

Taken from @GP_Xtra twitter account

Namun jika Vinales ingin membuat sejarahnya sendiri, tercatat sebagai juara dunia di tim yang ia terlibat di dalamnya sejak awal, dengan motor yang ia kembangkan dari nol, dengan cerita yang sama seperti bagaimana seorang Valentino Rossi bisa membawa Yamaha dari sekedar pengisi podium 2-3 menjadi juara dunia, maka tetap bersama Suzuki Ecstar adalah pilihannya. Idealisme akan terbayar ketika hasil yang ia harapkan tersebut dapat tercapai.

“..jika ia tetap bersama Suzuki dan meraih kemenangan, ceritanya akan indah karena kita memulai semuanya dari awal bersama-sama. Dia datang ke motoGP bersama Suzuki yang pada saat itu merupakan tim yang baru kembali. Ini akan sangat menginspirasi

Jika kami bekerjasama dengan pembalap lain dan menang, cerita itu juga akan indah namun tetap tidak akan sama the same.

Maverick bisa menjadi legenda jika ia menjuarai kejuaraan bersama Suzuki, jika pindah ke Yamaha itu hanyalah sesuatu yang normal..biasa. Pada akhirnya semua tergantung Maverick, mungkin saja ia tidak memperdulikan hal tersebut, mungkin yang ia inginkan hanyalah kemenangan, itu saja.”

(Davide Brivio)

Jika Yamaha pilihannya maka terlihat bahwa kemenangan adalah segala-galanya bagi seorang Maverick Vinales. Jika Suzuki pilihannya dan menang maka Vinales akan menjadi legenda, setidaknya legenda bagi Suzuki, bersanding bersama Kevin Schwantz dan Kenny Roberts Jr.

Life is a choice

Kevin Schwantz and Kenny Roberts Legenda Suzuki, Kevin Schwantz – Kenny Roberts Jr

And the Winds Goes To.. ?

Suzuki! haha, ini pendapat saya pribadi. Saya menilai bahwa pindah ke Yamaha bagi Vinales adalah terlalu instan, memang pilihan hanya bisa diambil dengan latar belakang idealis tingkat tinggi. Tapi gini, pasca kepindahan Jorge Lorenzo ke Ducati saya menyimpulkan bahwa rider ambisius itu memiliki pride yang sangat luar biasa. Saya yakin kepindahan Jorge Lorenzo ke Ducati mengandung motivasi dari diri Lorenzo untuk diperlakukan sebagai rider utama.

Maverick Vinales sudah terlihat ambisi nya, maka pride nya sebagai rider top akan lebih terwadahi jika ia menang bersama Suzuki, harus menang malahan. Dari sisi  offering, Suzuki dengan senang hati menawarkan kenaikan nilai kontrak bagi Vinales dan tidak tanggung-tanggung ingin mengikatnya selama empat musim kedepan. A deal breaker sudah di layangkan Suzuki, menunjukkan komitmen pabrikan berlogo “S” besar tersebut terhadap project motogp nya.

“Saya memiliki kepercayaan dengan Suzuki, namun saya juga perlu melihat dari sisi lain, yang saya inginkan adalah Juara Dunia”

(Maverick Vinales)

Jika  prediksi saya di atas salah, jika Vinales meninggalkan Suzuki, maka the next hot rider yang akan kita cermati adalah Andrea Iannone. Sebab beritanya ia sudah mendapatkan tawaran dari Suzuki. Iannone sendiri saat ini memang tidak merasa nyaman dengan belum adanya keputusan dari Ducati mengenai siapa rider yang akan menemani Jorge Lorenzo di musim 2017.

Lalu bagaimana dengan rider satu lagi dari Suzuki, Aleix Espargaro yang juga akan habis kontraknya di musim 2016 ini?. Suzuki saat ini fokus untuk mengamankan Maverick Vinales dulu sebagai prioritas. Aleix adalah prioritas kedua setelah kepastian mengenai Maverick Vinales telah jelas. Dengan asumsi Suzuki tetap akan mempertahankan kombinasi rider muda dan berpengalaman, maka kemungkinannya adalah :

  1. Jika Maverick Vinales bertahan di Suzuki untuk musim 2017-2020 (berdasarkan kontrak empat musim yang disodorkan), maka 80% kemungkinannya rider kedua adalah Alex Espargaro sebagai “wakil” dari experienced rider. Mungkin Aleix hanya akan disodorkan kontrak 2 tahun, atau jangan-jangan 1+1… >_<
  2. Jika Maverick Vinales pindah ke Yamaha, Suzuki akan memilih antara Aleix Espargaro atau Andrea Iannone sebagai “wakil” dari experienced rider, posisi Aleix sendiri memang kurang aman meskipun di Jerez kemarin ia mampu mengalahkan rekan satu timnya. Untuk rider kedua dengan predikat young gun, kandidat yang muncul adalah juara moto2 tahun 2015 asal Perancis Johan Zarco.

Nah, sudah tinggal menghitung hari kita akan ketahui bersama keputusan Vinales.

Semoga bermanfaat,

ciao!

Related:

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here