Dampak Kepindahan Jorge Lorenzo ke Ducati

1
41
views

pic silly season

Silly season moto gp di musim ini sudah hangat di awal-awal musim. Padahal kompetisi baru berjalan tiga seri. Isu paling hot dipicu dari hengkang nya JL99 mas Jorge Lorenzo lamas dari Yamaha Factory ke Ducati Factory. Menjelang seri ke-empat Jerez Spanyol, om Jorge Lorenzo akhirnya memberikan kepastian untuk menolak perpanjangan kontrak yang disodorkan oleh Yamaha kepadanya. Sebelumnya Lin Jarvis, bos tim Yamaha Factory sempat memperingatkan bahwa semakin lama Jorge Lorenzo memberikan jawaban, maka semakin mengecil kemungkinan Yamaha akan mempertimbangkan Lorenzo sebagai salah satu penunggang YZF-M1 Factory di musim 2017.

Meskipun pernah melontarkan pernyataan bahwa ingin berkarir hingga pensiun di Yamaha, tapi akhirnya om Lorenzo bisa move on juga dari Yamaha setelah sembilan musim di tim garputala sejak penampilan perdana nya di kelas premier ini. Alasan pasti kenapa JL memutuskan untuk pindah ke Ducati, mungkin baru akan kita ketahui dari om Lorenzo sendiri setelah 31 desember 2016, dimana secara legal kontrak JL dengan Yamaha  resmi berakhir.

Karena biasanya rider terikat beberapa terms yang tidak boleh di langgar, diantaranya untuk tidak memberikan pernyataan-pernyataan yang bernada negatif seperti performa tunggangannya, organisasi pabrikan tersebut, kondisi internal tim dan hal-hal sensitif lainnya. Ducati misalnya memberikan penalti sekitar 10 ribu Euro! untuk pelanggaran hal-hal seperti di atas. Itu pun kalau om JL berkenan ya? he..he.

Silly season yang datang lebih awal ini, sepertinya akan menarik mengingat ini baru akan memasuki seri ke-empat! sehingga masih banyak waktu untuk terjadi nya manuver-manuver politik antar para rider dalam mencari tim baru di musim depan. Untuk saat ini, kita bahas dulu reaksi berantai akibat kepindahan JL ke Ducati

Reaksi Berantai

Setelah sebelumnya banyak media yang memberitakan bahwa om Lorenzo sedang bernegosiasi dengan Ducati, dan sekarang pada akhirnya sebelum seri Jerez om Jorge Lorenzo mengumumkan kepindahannya ke Ducati, chain reaction nya adalah :

  • Seat siapa antara kedua Andrea, Dovi dan Iannone yang akan dikosongkan untuk diberikan kepada Lorenzo? mengingat kontrak keduanya di Ducati akan habis di akhir 2016 ini
  • Kemana salah satu dari Ducati rider yang tidak mendapat seat di 2017 akan pindah?
  • Siapa team-mate Valentino Rossi di Yamaha Factory musim depan? apakah salah satu dari Dovi/Iannone?
  • Kemungkinan rider yang saat ini bukan di Yamaha/Ducati, yang turut meramaikan bursa silly season

Halo Ducati, Dovi atau Iannone?

Baik Dovi dan Iannone keduanya masih ingin bertahan di Ducati, karena keduanya banyak memiliki kontribusi dalam pengembangan motor Ducati sejak beberapa tahun belakangan ini. Dovizioso bergabung dengan Ducati pada tahun 2013 untuk mengisi kekosongan seat sepeninggal come back nya Valentino Rossi dari Ducati ke Yamaha factory. Di tahun 2014, Dovizioso reuni dengan rekan setim nya di Yamaha Tech-3 dulu yakni kakak Carl Crutchlow.

Sayang, Crutchlow keburu frustasi dengan Ducati Desmosedici GP.14 sehingga memutuskan hengkang di musim depan bersama LCR Honda. Dovi sendiri sepanjang 9 tahun karir nya di moto gp, 7 tahun diantaranya dihabiskan bersama factory team, hanya 2 tahun dengan 2 tim yang berbeda ia sempat mencicipi berada di satellite team yaitu JiR team Scott Honda (2008-debut) dan Yamaha Tech-3 (2012). Kesimpulan bagi Dovi, jelas tidak ingin kehilangan fasilitas development yang dimiliki oleh factory team yang hampir sepanjang karir nya ia nikmati. Dengan kata lain bisa juga kita katakan om Dovi ini rider dengan talenta yang sanggup memikat tim pabrikan

Andrea Iannone, sedari pentas perdana nya di panggung moto gp sudah menunggangi Ducati Desmosedici. Naik kelas dari moto 2 setelah menempati posisi 3 klasemen di tahun 2012 bersama tim Speed Master, Iannone pentas di kelas premier moto gp di tahun 2013 bersama Ducati Pramac team.

Dua musim dijalani bersama tim satelit Ducati Pramac, di tahun 2015 berkesempatan bergabung dengan Ducati Factory bersama-sama senior nya Dovizioso yang sudah lebih dulu berada di tim tersebut. The Maniac Joe, dengan empat musim yang dilakoni nya di moto gp memang kalah unggul secara prestasi dan pengalaman berada di tim pabrikan dibandingkan dengan team-mate nya saat ini Dovizioso.(sumber)

Hasil terburuk Dovisiozo sepanjang karir moto gp nya adalah peringkat 8 klasemen itupun di tahun pertama nya bersama Ducati (2013), saat team-mate nya Nicky Hayden yang lebih senior justru di peringkat 9 klasemen. Hasil terburuk Iannone adalah posisi 12 di klasemen, juga terjadi di musim pertama nya di kelas moto gp (2013) namun sedikit bisa dimaklumi karena saat itu ia berada di tim satelit Ducati.(sumber)

Hasil terbaik Dovizioso sepanjang karir di moto gp adalah peringkat 3 klasemen, tapi itu ia dapatkan bersama Repsol Honda (2011), di musim terakhirnya bersama tim tersebut. Sedangkan Iannone mendapatkan hasil terbaik sepanjang karir moto gp nya ketika ia sudah bersama Ducati Factory yakni peringkat ke-5 klasemen di tahun 2015 saat rekan setim nya Dovizioso justru di peringkat 7 klasemen. Kesimpulan bagi Iannone, tidak ingin kehilangan seat di Ducati Factory saat ini mengingat ia dapat mencapai raihan terbaiknya saat ini ketika bersama tim pabrik.

Jorge Lorenzo Pindah Ducati

Jorge Lorenzo – Andrea Dovizioso (motorcyclenews.com)

Bagi Ducati, sulit untuk mengosongkan salah satu dari seat yang ada saat ini mengingat kedua Andrea yang dimiliki Ducati saat ini secara keseluruhan memiliki kemampuan yang hampir setara satu sama lain. Mengingat secara finansial Ducati cukup kuat, maka faktor pembalap sponsor tidak mempengaruhi keputusan Ducati untuk komposisi pembalap musim depan.

  • Dovi, seperti sudah disinggung di awal memiliki talenta yang cukup membuat tim pabrikan tertarik padanya, dan terbiasa terlibat dalam pengembangan motor tim pabrikan. Secara performa kalau kita lihat 3 seri terakhir ini pada dasarnya ia adalah pembalap yang cepat dan cenderung terukur, dibandingkan rekan setim nya Iannone
  • Iannone, meskipun kalah pengalaman dibanding rekan satu timnya ia sudah lebih lama mengenal Ducati. Bisa dikatakan malah belum mengenal motor lain selain Ducati, hehe. Khusus 2015 mungkin itu juga yang memberikan keunggulan bagi nya sehingga mengungguli Dovi di hasil akhir klasemen pembalap

Kejadian di Argentina mungkin sedikit banyak mempengaruhi keputusan Ducati. Iannone dianggap tidak mengutamakan kepentingan tim sehingga melakukan manuver berbahaya di lap terakhir! yang akhirnya menyingkirkan keduanya dari peluang podium 2-3! Meskipun Iannone sendiri mengatakan ia tidak bermaksud mennyalip Dovi, tapi lebih kepada mengamankan posisi 3 dari kejaran Rossi.

Jelas Ducati marah besar atas kejadian tersebut. Terlepas dari bakat yang dimiliki, jika menyangkut kepentingan tim sementara ini Iannone memiliki handicap point dibandingkan Dovizioso. JIka hal ini terjadi di akhir musim, kemungkinan akan turut mempengaruhi kepastian kontrak perpanjangan Iannone musim 2017. Untungnya ini di awal musim, Iannone masih memiliki cukup waktu untuk instropeksi dan memperbaikinya, dan Ducati bisa cooling down :D.

Jadi, antara Dovi atau Iannone dari pihak Ducati sendiri seperti pernyataan sporting director Paolo Ciabatti masih belum terburu-buru. Semua opsi masih dilihat dan dipertimbangkan. Namun kalau saya melihat, dengan JL sudah secure posisi di 2017 maka Ducati setidaknya harus menghindari drama VR|46 dan JL99 di Yamaha terjadi di tim mereka. JL99 akan menjadi rider yang sedikit banyak memiliki suara untuk dipertimbangkan dalam menentukan tandemnya. Entah kalau Iannone masih se agresif kemarin apakah JL99 akan berkenan ditandemkan bersamanya? Dovi punya credit point karena ia lebih perhitungan dan mungkin lebih aman kalau bersanding dengan JL99

We'll see

Untuk chain reaction selanjutnya dari poin di atas kita bahas di postingan selanjutnya yaa..

ciao!

Related:

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here