2 Jenis Kecelakaan yang Sering Terjadi di Moto GP

1
532
views

Setiap pembalap selalu menghadapi resiko kecelakaan di setiap kompetisi yang dijalaninya. Setidaknya ada dua jenis kecelakaan yang menjadi tanggung jawab seorang pembalap, high side crash dan low side crash. Keduanya terjadi dikarenakan kesalahan dalam me-manage traksi. Jika kesalahan yang dilakukan menyebabkan roda depan kehilangan traksi maka kecelakaan yang terjadi dikenal dengan istilah low side crash (ndelosor) sebaliknya kesalahan yang menyebabkan roda belakang kehilangan traksi mengakibatkan high side crash ('njengkang..hehe)

Kedua jenis kecelakaan ini lazimnya hanya terjadi ketika di bagian sekitar tikungan di sirkuit, ketika rider akan memasuki atau keluar dari tikungan. Saya sendiri belum pernah lihat atau mungkin lupa atau malah ketiduran pas nonton, jikalau kedua jenis kecelakaan tersebut pernah terjadi di straight.

Lalu bagaimana sebenarnya crash ini terjadi?

High Side crash

Umum terjadi ketika roda belakang kehilangan traksi, lalu selip dan tiba-tiba mendapatkan kembali traksi. Contoh kasus nya begini :

Asumsikan kita mengendarai motor dengan kecepatan tertentu kemudian secara tiba-tiba kita hard brake roda belakang, maka yang terjadi adalah roda belakang terkunci dan akan selip. Selip disini berarti arah lintasan roda belakang tidak sejajar dengan roda depan, cenderung liar tidak terkendali lalu ketika gas dipelintir seketika timbul Torsi besar yang tidak setimbang sehingga motor akan 'flip' dan melontarkan rider.

Sikap paling bijak seandainya terjadi pada roadbike biarkan tetap slide, jangan putar gas dan tunggu sampai motor berhenti sendiri. Tapi kalau di moto gp sepertinya tidak mungkin 😀

hayden kecelakaan high side motogp

mang Hayden High Side (visordown.com)

Resiko Kecelakaan High Side

  • Pergerakan motor yang liar sebagian besar menyebabkan rider terlempar beberapa meter ke udara sebelum menghantam permukaan aspal, cukup untuk membuat beberapa tulang patah atau pergeseran sendi
  • Resiko terbenturnya bagian tubuh rider dengan bagian-bagian pada motor, seperti handle bar yang memiliki material solid (logam) sehingga dapat mengakibatkan lebam.
  • Jika rider terlempar ke arah depan, ada resiko akan terhantam oleh motornya sendiri yang memiliki bobot ratusan kilogram!

Dengan resiko nya yang sangat fatal, jika mengendarai roadbike harian sangat di sarankan untuk tidak melepas rem ketika roda belakang terkunci, biarkan saja sampai berhenti. (rekomendasi Motorcycle Safety Foundation)

Low Side crash

Banyak variasi kemungkinan terjadinya Low Side, dipicu oleh hilang nya traksi roda depan atau belakang kehilangan akibat:

  • Hard braking ketika lagi rebah-rebahan
  • Terlalu agresif berakselerasi ketika di tikungan atau saat keluar dari tikungan
  • Atau terlalu cepat ketika akan memasuki tikungan
  • Terlalu rebahan ketika masuk tikungan (mungkin dia lelah)
  • Terakhir bisa juga dikarenakan adanya benda-benda atau material tak diundang seperti pasir, oli, atau air di permukaan trek

Umumnya kecelakaan yang satu ini tidak menimbulkan luka serius, terkecuali kepleset nya di daerah pegunungan, tebing atau daerah dengan banyak bebatuan atau pepohonan di pinggir jalan.. hehe.

Marquez Kecelakaan Low Side MotoGP

Marquez tibo dhewe.. (twicsy.com)

Nah! teknik sliding kedua yang dijelaskan om Casey dengan teknik "…memasuki tikungan secara agresif, yakni dengan melakukan hard braking dilanjutkan dengan menutup throttle agar bagian depan dapat berbelok" resiko dari teknik ini adalah Low Side dan bisa juga High Side, karena masuk tikungan dengan kencang lalu menutup gas ketika menjelang tikungan, dan kalau ternyata laju kecepatan harus dikoreksi secepat mungkin dengan hard braking maka berpotensi mengunci roda depan atau belakang. Jika roda belakang yang terkunci lalu selip seperti dijelaskan di atas kemungkinan High Side, namun jika yang terkunci roda belakang maka akan Low Side crash.

Resiko Kecelakaan Low Side

  • Cedera pada bagian tubuh yang menghantam permukaan trek, biasanya siku, bahu atau pinggul akan memar-memar, tapi kalau motor nya nyangkut di pergelangan kaki bisa juga cidera kaki

  • Resiko menghantam benda-benda di sekitar TKP

Ketika harus terjatuh seperti ini, paling benar adalah sebisa mungkin lepas dari motor sehingga posisi motor meluncur di depan rider demi memperkecil resiko tambahan terhantam motor.

Syukurlah perkembangan safety gear juga tidak kalah pesatnya, selain sarung tangan, helm dan wearpack dari bahan-bahan yang durable terhadap benturan dan gesekan, wearpack masa kini sudah dilengkapi dengan Airbag. Canggih! tidak heran harganya bisa menembus $2,499. Racing suit seperti Dainese D-Air dilengkapi dengan tiga buah accelerometer yang berfungsi untuk mengukur percepatan, mendeteksi dan mengukur getaran, ataupun untuk mengukur percepatan akibat gravitasi bumi, tiga buah sensor gyroscopic untuk mengetahui orientasi tubuh rider, mampu untuk mengembang sepenuhnya dalam 0.05 detik dan mengempis dalam 5 detik. Penggunaan airbag setidaknya akan mengurangi hingga 10 kali lipat dampak benturan yang diterima oleh bahu dan tulang selangka 10 kali lipat sekaligus mengurangi resiko cidera leher fatal.

Wearpack Dainese Meredam Resiko Kecelakaan

Keterangan Grafis Airbag pada Dainese D-Air

Ilustrasi Kecelakaan High Side dan Low Side MotoGP

Meskipun seluruh pembalap motogp sudah mengenakan wearpack dilengkapi dengan airbag, namun tetap saja dampak dari kecelakaan ini terkadang masih juga menyebabkan cidera, namun setidaknya dapat di minimalisir. Tidak terbayang kompetisi balap motor di era opa Mike Hailwood dahulu dimana wearpack pada saat itu hanyalah sebuah jaket kulit >_<

Kecelakaan Low Side MotoGp klasik

Low Side pada masa itu…

Semoga bermanfaat 

ciao!

 

Related:

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here